September 4, 2013

Hujan .. Enggak .. Hujan .. Enggak

PhotobucketMulut mulai komat kamit saat pemberkatan nikah adik saya Belinda dimulai. Awan mulai terlihat gelap, angin dingin mulai bersemilir. Saudara sepupu saya 'nyeletuk': ' wah bentar lagi hujan nih..!' ? Saya hanya tersenyum tanpa menjawab. Permasalahannya adalah pernikahan adik saya diadakan di ruang terbuka, bertema pesta kebun di Maxi's resto Bandung, dengan pelaminan tanpa atap sedikitpun. Tapi Puji Tuhan, acara berjalan lancar tanpa hujan sedikitpun.

Kejadian serupa terjadi pada acara pernikahan saya sekitar 4 tahun yang lalu. Saat itu bulan Oktober, sudah masuk musim hujan.2minggu sebelum acara hujan turun tidak berhenti. Nekat? Bisa dibilang begitu, tapi teman, cuaca sudah sulit diprediksi, toh pada tahun itu bulan Agustus, dimana seharusnya puncak musim kemarau terjadi toh hujan juga. Akhirnya saya dan Julius bersepakat berdoa puasa sekitar 2 mingguhingga H-1. Nyatanya pada hari itu awanpun terlihat mendung, dan di sebagian tempat turun hujan. Pernikahan kami dihiasi awan yang mendung tipis, setelah sebelumnya ada angin dingin, penanda mau hujan. Oya di acara saya danadik tidak memakai pawang hujan.

Berbeda lagi di lain Kesempatan, sekitar beberapa bulanlalu, TAF Photobooth mengisi acara pada 1 event pernikahan di Bumi Sangkuriang. Cuaca awalnya cerah. Hingga ke malam saat resepsi akan usai, angin dingin mulai datang, disertai hembusannya yang kencang sehingga lampu studio kami hampir jatuh terdorong angin, bahkan tenda pelaminan bergoyang sangat kencang. Tapi Puji Tuhan akhirnya semua berakhir baik.

Ada cerita lain, kali ini resepsi diadakan di Bumi Cigadung, saat kami datang 2jam sebelum acara, hujan sudah menghiasi tempat acara, membuat Tim dekor dan photobooth harus mengundung waktu set up. Walau akhirnya dipaksakan saat gerimis mereda hingga Anto fotografer kami agak sedikit tersetrum aliran listrik yang tersambung dari kamera ke laptop. Hujan akhirnya mereda, kemudian muncul gerimis lagi, sebelum akhirmya benar-benar reda. Tapi sekali lagi, Puji Tuhan semua berjalan lancar.

Loh, jadi bagaimana ini. Outdoor wedding, do or don't?

Pembicaraan menarik terjadi saat kami technical meeting untuk pernikahaan di Bumi Cigadung tersebut. Sang pengantin mengutarakan kekhawatiran mereka tentang cuaca yang tak menentu, ada jawaban menarik dari mba Muti Organdi decoration : " Pokonya berdoa saja, semua yang terjadi pasti yang terbaik, kalau hujan, berarti itu terbaik . Kalau cerah ya itu jg yang terbaik untuk kita. Kalau kita sudah berserah, Insya Allah apapu yang terjadi kita bisa enjoy.itu toh yang paling penting?". Amin amin..

Jadi untuk pernikahan outdoor, tipsnya, coba diperkirakan kapan musim kemarau, banyak berdoa, berserah, dan enjoy the moment apapun yang terjadi. Jangan sampai foto dokumentasi acara kita dihiasi muka kita yang cemberut. ;)

No comments:

Post a Comment