December 8, 2010

Have You Ever Been Saved?

My Answer is Yes, I have

Kesibukan yang semakin memuncak di bulan Desember menghalangi saya untuk mengupdate blog ini. Tetapi satu berita sekitar pukul 10 malam, membuat saya terhenyak dan tak bisa mengalihkan pikiran dan hati saya dari berita tersebut.

Pernahkah kalian merasa terselamatkan? Walaupun kalau dipikir kita seolah tak layak menerimanya? Pernahkah kalian merasakan keajaiban? Saya (Bex) secara pribadi pernah merasakannya.Beliau adalah sosok yang tak akan pernah saya lupakan jasanya sehingga saya merasa terselamatkan.

Om Irawan,

tak pernah saya lupa sekitar tahun 2000 waktu saya baru masuk SMA, waktu ayah saya memutuskan mengundurkan dari perusahaan tempat dia mengabdi sekitar 20 tahun lebih dari posisi yang sangat baik karena merasa tak terpakai lagi.
Tak pernah saya lupa ruang kerjanya yang ekslusif, betapa besar tempat duduknya, ruangan ber AC, meja kaca yang elegant, jendela dengan krei, untuk masuk ke ruangannya kita akan melewati barisan meja pekerja yang menjadi bawahannya, semua hanya untuk ayah ku.

Kemudian semua hal yang saya pikir selamanya, lenyap.
Tiba-tiba ayah ada di rumah seharian, terlihat lesu, selalu menitikan air mata di gereja, banyak merokok. Saat itu dia berencana menjadi sales buku cerita anak, menjajakannya ke setiap kenalan. Mengingatnya pun hati saya masih terasa perih. Seorang pria yang dahulu menanggung kepercayaan besar dengan banyak bawahan dan segudang parsel saat hari Natal (di kemudian hari baru saya mengerti bahwa itu tak hanya sekedar hadiah), tiba-tiba lenyap. Tidak ada pekerjaan, tak ada bawahan, tak ada parsel di hari Natal.
Akhirnya ayah saya sadar bahwa untuk membiayai istri dan 3 anaknya tak cukup dengan hanya berjualan buku cerita anak.
Singkat cerita setelah bertanya kanan kiri diputuskan untuk berjualan motor, tapi modalnya darimana? Beliau bukan saudara tapi memperlakukan kami lebih dari saudara. Beliau, Om Irawan (dan Tante Lalan). Dia menawarkan bantuan tanpa syarat, dia membantu mewujudkan mimpi ayah saya. Memberi kepercayaan pada seseorang yang tengah jatuh terpuruk adalah hal yang di luar akal sehat.

Hari ini saya meluangkan waktu terbaik untuk mengenang beliau. Om Irawan kembali ke pangkuan sang khalik malam tadi. Saya tak tahu bagaimana cara berterimakasih atas apa yang telah beliau sekeluarga lakukan. Menyelamatkan saya sekeluarga dari keterpurukan, terutama menyelamatkan kepercayaan diri seorang pria yang seharusnya menjadi kepala keluarga dan teladan dari keputus asaan.

Menolong keluarga kami pasti mengganggu keseimbangan hidupnya, karena kami membutuhkan bantuan yang besar. Tapi ternyata hidup tak hanya tentang keseimbangan. Hidup adalah tentang berbagi. Kita seimbang saat kita merelakan diri kita untuk tidak seimbang.

Dari beliau pun saya belajar bahwa kami menjadi keluarga bukan karena darah yang mengikat kami tapi kasih.

There is always a place for you in my heart Om Irawan.
See you in heaven :)




Photobucket



No comments:

Post a Comment