July 10, 2010

DO PHOTOBOOTH YOURSELF

Tidak ada yang lebih mengasyikan selain menjadi diri sendiri dan nggak ada yang lebih "basi" a.k.a boring selain menjadi orang lain. 

Tapi kadang kala tanpa kita sadari itu justru  terjadi pada pesta kita,  entah itu perkawinan, wisuda, acara kantor, ulang tahun, dll. Semua menjadi serupa karena takut berpose salah dan tidak menghormati yang punya hajat. Padahal sebenarnya acara tersebut diadakan untuk berpesta, bergembira merayakan sesuatu yang tak akan pernah bisa diulang terutama bersama orang-orang tercinta.
Sekali lagi, peninggalan suatu momen hanyalah foto-foto yang kita miliki. Tapi akan lebih menarik jika kita memiliki foto dimana tamu kita dapat memperlihatkan sisi personal  atau spontanitas mereka. Tapi saya tidak bilang semua orang harus suka dan setuju dengan ide itu.

Nah! Untuk kalian yang sependapat dengan saya, memiliki ilham yang sama, dan berpikir "out of the box"  kalian bisa coba buat sendiri photobooth tersebut di acara kalian.

1.Siapkan background
Bisa apa saja, entah itu kain, sprei, tembok, apapun!

2.Kamera
Untuk memfoto para tamu kalian

3.Printer
Supaya bisa langsung dibawa pulang oleh para tamu



I took these pictures from this amazing site!http://shopplanetblue.com. Thank you A looot!:)


Voila! Kalian bisa langsung gila-gilaan bersama teman-teman :)

Tapi kalau kalian mau yang lebih mudah dan tahu jadi saja
Hubungi kami yaaaaa :)))

Photobucket


Read more...

July 8, 2010

Our Marriage is Our Ferrari




Alasan utama kami membuat photobooth dan budget wedding invitation selain mengumpulkan uang adalah ingin memiliki dan mengerjakan mimpi yang sama, dimana kami dapat bekerjasama, that's it.
Selama ini kami terpisahkan ruang dan waktu (cieehh) tapi beneran loh! Jules yang seorang full-time art and craft teacher di Penabur International School dan melukis, Bex seorang full-time Visual Artist dan (mau ga mau) Ibu rumah tangga membuat kami kadang kala kelelahan untuk membicarakan tema idealis dan mimpi kami yang dahulu kami pegang .
Kami memiliki perbedaan karakter satu sama lain, Jules cenderung easy-going, gampang bergaul, penyuka sepak bola, sentimentil, labil, cengengesan. Sedangkan Bex : pemalu, curigaan, control freak, tegas, galak dan kritis.

Tapi kami sama-sama seorang pemimpi kelas kakap, doyan bobo, jahil, kreatif, super optimis, moody (puji Tuhan sering timingnya ga barengan), dan pecinta anjing.
Jangan kira karena kami sama-sama lulusan seni lukis maka kami menjadi sangat kompak karenanya. Justru kami suka adu mulut saat membicarakan seni rupa, sampai di awal hubungan kami bersepakat untuk tidak mengomentari karya masing-masing.

Lalu bagaimana The Angel Factory mempersatukan kami?
Kami memiliki 1 mimpi yang sama yaitu memperbesar lapangan pekerjaan. Kami kesal dan sedih dengan banyaknya pengangguran. Untuk ke arah sana memang perjalanan kami masih panjang karena kamipun bukan konglomerat yang degan semerta-merta membuat pabrik yang langsung dapat menampung ribuan tenaga kerja.
Justru kami mau membuktikan pada setiap orang yang putus asa, bahwa kamipun seperti mereka, pasangan yang pernah putus asa, tapi mampu bangkit dari segala keterpurukan dengan modal yang ada pada kami. Bahwa tak ada yang tak mungkin. Kalau kesempatan belum mendatangi kita, mari kita yang mendatangi kesempatan.
Kami pun belum berjalan tegak apalagi sambil membusungkan dada, tapi kami percaya apa yang kami lakukan tidak akan sia-sia.
The Angel Factory sendiri artinya pabrik malaikat. Bukan hanya nantinya kami dapat menyediakan lapangan pekerjaan, kami pun menghasilkan malaikat-malaikat bagi sesama mereka dan memproduksi malaikat-malaikat lagi, begitu seterusnya.

Maka karena itu disain dan artistik sebagian besar dikerjakan oleh bex, karena seleranya paling komersil (hahaha...) dan bagian layout dan teknis pelaksanaan dlakukan oleh Jules yang ahli banget.

Waktu kami saling bertatapan saat photobooth atau mendisain kartu undangan dan melakukan hi-5 tanda kami sepakat memulai pekerjaan... rasanya kami sedang naik Ferrari!Wuzzzzz ngeeeenggggg

Read more...