May 24, 2010

The Hardest Thing on Wedding Preparation

Menurut kami hal yang paling sulit dalam mempersiapkan pernikahan adalah Menentukan Tamu Undangan!




Oh Tuhan, tolonglah Hamba mu yang tak berdaya ini... Menentukan tamu undangan adalah hal yang dilematis. Apalagi bagi kami berdua yang memiliki teman cukup banyak dan keluarga pihak Bex adalah keluarga besar, belum lagi kolega2 orang tua. Sedangkan kami mendambakan pernikahan kecil-kecilan, intim dan hemat biaya.


Untuk porsi keluarga dan kolega saya rasa tak mungkin dipotong, dengan asumsi undangan orang tua ya orang tua yang tanggung. Kezam? Bukan! Adil namanya. Kita ga bisa muluk2, mengadakan pesta pernikahan memerlukan biaya yang sangaatt besar yang kemungkinan besarnya tak dapat ditanggung sendiri oleh calon pengantin, permasalahannya lain bila capeng sudah mapan. Apalagi jika nantinya tamu undangan didominasi undangan orang tua sebagaimana budaya di Indonesia (berdoalah supaya tidak terjadi). Menentukan seberapa banyak teman yang datang ke resepsi berarti menentukan seberapa banyak porsi hidangan yang harus disiapkan, berarti juga seberapa banyak biaya yang haru dikeluarkan. Bukan mau hitung2an, tapi kalo budgetnya terbatas kan untuk apa dipaksakan?

Pertanyaan paling bikin Capeng salah tingkah adalah, ketika ada teman yang bilang," Ihhh udah merit yaaa??ko ga ada kabar/ ga undanga2/ ga bilang2/ ga kasih tau sih?. Coba kita refleksikan pada diri sendiri, kadang- kadang kita juga pernah mengucapkan hal tersebut hanya untuk basa-basi, atau memulai percakapan. Pertanyaan itu menjadi bumerang saat kita
sendiri mempersiapkan perkawinan. Kita hanya ingin mengundang teman yang dekat dengan kita, bagaimana dengan teman dekat tapi jarang kontek, teman dekatnya teman dekat kita, teman yang baru kenal, dll?

Ini strategi kami untuk teman-teman tercinta kami:
Undang ke pemberkatan nikah

kami ga tahu panggilan "pemberkatan nikah" untuk agama lain. Sejujurnya bagi kami acara pernikahan itu sendiri dimulai dan diakhiri pada Pemberkatan Nikah. Jadi mengundang mereka ke pemberkatan nikah tidak mengurangi esensi pernikahan itu sendiri. Pada acara tersebut biasanya kita tidak menyediakan makan, yang hadir pun tidak harus memberikan angpao/ bingkisan untuk penganten.

Pada pernikahan kami sendiri, kami mengundang semua teman kami sebanyak hampir 2000 orang via Facebook ke pemberkatan nikah kami. Pada kenyataannya yang hadir pada pernikahan kami sekitar 300 orang termasuk keluarga.

Jadi, kami terhindar dari rasa tidak enak hati dan sindiran orang-orang.

Apakah anda punya saran lain? Share disini yaaa! :)
Photobucket

No comments:

Post a Comment